Aji Sularso

Fisheries & Cruising Consultant

Menu
  • Home
  • Kelautan
  • Perikanan
  • Sail Indonesia
  • Presentasi
  • Buku
  • Profile
Menu
KRI Arung Samudera

Rencana Strategis Yayasan Sail Indonesia Jaya 2026-2030

Posted on September 27, 2026 by Aji Sularso

(Download Rencana Strategis)

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000  pulau dengan garis pantai sepanjang sekitar 108.000 km serta wilayah laut yang mencapai  lebih dari dua pertiga luas wilayah nasional. Kondisi geografis tersebut menempatkan laut  bukan hanya sebagai pemisah antarpulau, tetapi sebagai perekat persatuan bangsa, jalur  perdagangan, sumber daya ekonomi, media diplomasi, serta ruang strategis pertahanan  negara. Oleh karena itu, pembangunan karakter bangsa yang berwawasan maritim  merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros  Maritim Dunia. 

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, budaya bahari telah melahirkan berbagai  kerajaan maritim yang disegani di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, perkembangan  pembangunan nasional selama beberapa dekade terakhir menyebabkan orientasi  masyarakat cenderung bergeser ke daratan sehingga pemahaman terhadap identitas  Indonesia sebagai bangsa maritim semakin berkurang. Generasi muda semakin sedikit  memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan di laut, disiplin pelayaran,  kepemimpinan, kerja sama tim, dan kecintaan terhadap warisan budaya maritim nasional. 

Di sisi lain, TNI Angkatan Laut selama puluhan tahun telah berhasil memanfaatkan kapal  layar tiang tinggi (Tall Ships) sebagai wahana pendidikan karakter, kepemimpinan, disiplin,  diplomasi maritim, serta representasi bangsa Indonesia di dunia internasional. KRI Dewa  Ruci, KRI Arung Samudera, dan KRI Bima Suci merupakan aset strategis bangsa yang tidak  hanya berfungsi sebagai kapal latih Taruna Akademi Angkatan Laut, tetapi juga sebagai  simbol kejayaan budaya bahari Indonesia serta instrumen soft diplomacy dalam hubungan  antarnegara. Peran strategis Tall Ships TNI AL sebagai media pendidikan, diplomasi, dan  pelestarian budaya juga ditegaskan dalam kebijakan internal TNI AL mengenai pemanfaatan  kapal layar latih. 

Momentum penting terjadi pada tanggal 4 Maret 2026 melalui penandatanganan Perjanjian  Kerja Sama antara TNI Angkatan Laut dan Yayasan Sail Indonesia Jaya mengenai  pemanfaatan KRI Dewa Ruci, KRI Arung Samudera, serta dukungan terhadap misi diplomasi  KRI Bima Suci. Kerja sama tersebut memberikan ruang bagi Yayasan untuk  menyelenggarakan berbagai program pendidikan karakter, pelatihan pelayaran, penelitian,  serta kegiatan kemaritiman di luar jadwal kedinasan TNI AL dengan tetap mengedepankan  kepentingan tugas pokok TNI AL.

Penguatan peran Yayasan semakin berkembang melalui penandatanganan Memorandum  of Understanding dengan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember  (ITS) pada tanggal 10 Juli 2026. Kerja sama tersebut menjadikan KRI Dewa Ruci dan Tall  Ships lainnya sebagai laboratorium terapung (Floating Laboratory) bagi pendidikan,  penelitian, pengembangan teknologi kelautan, konservasi, restorasi, serta pengembangan  konsep Living Maritime Heritage. 

Status KRI Dewa Ruci sebagai Cagar Budaya Bergerak sejak tahun 2023 memberikan  dimensi baru terhadap pemanfaatan kapal tersebut. KRI Dewa Ruci tidak hanya dipandang  sebagai kapal latih, tetapi juga sebagai warisan budaya nasional yang harus dilestarikan  melalui program konservasi, restorasi, digitalisasi, dan pemanfaatan edukatif secara  berkelanjutan. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan Yayasan harus mampu  menjaga keseimbangan antara fungsi pendidikan, pelestarian budaya, dan keberlanjutan  operasional kapal. 

Berdasarkan kondisi tersebut, Yayasan Sail Indonesia Jaya memandang perlu  menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2026–2030 sebagai pedoman pelaksanaan  program lima tahunan. Renstra ini menjadi arah kebijakan Yayasan dalam mengoptimalkan  pemanfaatan Tall Ships TNI Angkatan Laut sebagai wahana pendidikan karakter bahari,  laboratorium pendidikan dan penelitian, diplomasi maritim, pelestarian warisan budaya,  serta pengembangan kemitraan nasional dan internasional secara profesional, akuntabel,  dan berkelanjutan.

Category: Buku, Kelautan, Sail Indonesia

About

Dr. Aji Sularso was born on 2 July 1954, former Director General of Fisheries Surveillance, was in the Navy for 25 years and Government Civil Servant for 10 Years. He obtained Master of Industrial Engineering, Magister Management of Fisheries Agribusiness and Doctorate of Marine Technology from Bogor Agriculture Institute. (More Info)

Categories

  • Buku
  • Kelautan
  • Perikanan
  • Presentasi
  • Sail Indonesia
  • Uncategorized

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • September 2024
  • January 2015
  • October 2014
  • December 2012
  • November 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • September 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • September 2009
  • June 2009
  • March 2009

Recent Posts

  • Paradoks Akuisisi Kapal Induk Garibaldi
  • KRI Dewa Ruci, Sang Legenda yang Tidak Kenal Lelah
  • Seminar Nasional HUT Hiu Kencana : Integrated Maritime Surveillance System for Indonesia
  • Yayasan Sail Indonesia Jaya
  • Rencana Strategis Yayasan Sail Indonesia Jaya 2026-2030
  • Indonesia Harus Melihat Sebelum Mengejar
  • Kebangkitan Diplomasi Maritim Indonesia, Sebuah Paradox?
  • Indonesia Memasuki Era Teknologi Bawah Air
  • Teknologi LIB dan Implikasinya bagi Pembangunan Kekuatan Kapal Selam Menuju Indonesia Emas 2045
  • Laut Masa Depan
© 2026 Aji Sularso | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme