Aji Sularso

Fisheries & Cruising Consultant

Menu
  • Home
  • Kelautan
  • Perikanan
  • Sail Indonesia
  • Presentasi
  • Buku
  • Profile
Menu
Ilustrasi Konfigurasi Teknologi Surveillance Maritim Nasional Terpadu

Konsep Surveillance Maritim Nasional Terpadu

Posted on August 6, 2025August 6, 2025 by Aji Sularso

LATAR BELAKANG 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah  laut yang luas meliputi perairan yurisdiksi nasional dan Zona Ekonomi Eksklusif  Indonesia (ZEEI). Tantangan pengawasan dan pengendalian di wilayah laut  sangat kompleks, termasuk pelanggaran batas wilayah, penangkapan ikan ilegal,  penyelundupan, dan ancaman kedaulatan lainnya. 

Saat ini, kemampuan surveillance maritim Indonesia tersebar di berbagai instansi  seperti TNI AL, Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP),  Polairud, Bea Cukai, dan lainnya. Setiap lembaga memiliki alat, sistem, dan area  kerja masing-masing, tanpa integrasi komando maupun sistem informasi yang  menyatu. Hal ini menyebabkan: 

  1. Tumpang tindih kewenangan dan tugas pokok (tupoksi). 
  2. Pola patroli yang tidak efisien dan boros anggaran. 
  3. Tidak adanya respons terpadu terhadap pelanggaran di laut.
  4. Terbatasnya anggaran yang tersebar di banyak lembaga. 
  5. Lemahnya daya deteksi dan intervensi di ZEEI. 

Oleh karena itu, diperlukan proyek modernisasi dan integrasi sistem surveillance  maritim nasional dalam suatu Master Plan baru yang berorientasi pada  efektivitas dan efisiensi pengawasan laut Indonesia. 

TUJUAN  

Mewujudkan sistem surveillance maritim nasional yang terintegrasi, modern, dan  memiliki kemampuan untuk mengawasi secara efektif seluruh wilayah kedaulatan  laut dan ZEEI Indonesia. 

SASARAN  

  1. Terbangunnya sistem komando dan kendali (K2) terpadu untuk seluruh  instansi pengawasan maritim. 
  2. Terintegrasinya seluruh sistem informasi dan sensor (radar, AIS, drone, satelit,  dll). 
  3. Optimalisasi alokasi sumber daya (kapal patroli, drone, anggaran operasional).
  4. Terwujudnya joint operation antar-lembaga pengawas laut. 
  5. Tersusunnya Master Plan Surveillance Maritim Nasional Terpadu 2026–2040. 

RUANG LINGKUP KEGIATAN 

  1. Identifikasi dan evaluasi sistem surveillance maritim saat ini.
    • Kekuatan dan kelemahan TNI AL, Bakamla, PSDKP, Polairud, Bea Cukai.
    • Sistem radar, VMS, AIS, drone, satelit, dan C4ISR yang tersedia.
  2. Pemetaan dan analisis tupoksi lembaga pengawas laut.
    • Harmonisasi kewenangan.
    • Sinkronisasi peraturan dan SOP lintas sektor.
  3. Analisis efisiensi dan efektivitas patroli laut.
    • Tumpang tindih wilayah operasi.
    • Analisis biaya dan waktu operasi.
  4. Penyusunan Master Plan Surveillance Maritim Nasional 2026-2040.
    • Grand Design C4ISR (Command, Control, Communications, Computers,  Intelligence, Surveillance, Reconnaissance).
    • Strategi integrasi dan interoperabilitas sistem.
    • Skema pendanaan dan alokasi anggaran.
  5. Pembangunan dan pengujian sistem prototipe integrasi.
    • Simulasi joint operation.
    • Evaluasi uji coba di beberapa kawasan prioritas.
  6. Rekomendasi kebijakan dan regulasi penguatan kelembagaan. 
    • Usulan Perpres atau UU Integrasi Surveillance Maritim.

ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM EXISTING VS MODERNISASI

Tabel perbandingan aspek antara sistem surveillance saat ini dan sistem  modernisasi:

Aspek  Sistem Surveillance Saat  Ini Sistem Surveillance  Terpadu Modern
Struktur Komando  Terfragmentasi antar  lembaga Terpusat, satu komando  kendali nasional
Deteksi dan Respon  Lambat dan tidak real-time  Real-time detection,  early warning system
Efisiensi Operasional  Boros, banyak tumpang  tindih Terkoordinasi, efisiensi  20–30%
Cakupan  

Pengawasan

Terbatas wilayah tertentu  Menjangkau seluruh  ZEEI
Teknologi  Beragam, banyak usang  Terintegrasi, mutakhir  (AI, drone, satelit)
Sumber Daya  Tidak optimal  Alokasi sumber daya  terukur dan adaptif
Interoperabilitas  Rendah  Tinggi, antar instansi  saling terhubung

 

Category: Kelautan

About

Dr. Aji Sularso was born on 2 July 1954, former Director General of Fisheries Surveillance, was in the Navy for 25 years and Government Civil Servant for 10 Years. He obtained Master of Industrial Engineering, Magister Management of Fisheries Agribusiness and Doctorate of Marine Technology from Bogor Agriculture Institute. (More Info)

Categories

  • Buku
  • Kelautan
  • Perikanan
  • Presentasi
  • Sail Indonesia

Archives

  • March 2026
  • February 2026
  • September 2025
  • August 2025
  • September 2024
  • January 2015
  • October 2014
  • December 2012
  • November 2012
  • September 2012
  • August 2012
  • July 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • September 2010
  • May 2010
  • April 2010
  • September 2009
  • June 2009
  • March 2009

Recent Posts

  • Kebangkitan Diplomasi Maritim Indonesia, Sebuah Paradox?
  • Indonesia Memasuki Era Teknologi Bawah Air
  • Teknologi LIB dan Implikasinya bagi Pembangunan Kekuatan Kapal Selam Menuju Indonesia Emas 2045
  • Laut Masa Depan
  • Quo Vadis Pasir Laut ?
  • Konsep Surveillance Maritim Nasional Terpadu
  • Dilema Pengadaan Kapal Selam
  • Maritime Surveillience System
  • Konsep Perikanan Terpadu dengan Pendekatan Cluster
  • Mafia Perikanan
© 2026 Aji Sularso | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme